Thursday, January 14, 2010

Visit Belitong 2010 (Part 2)


Setelah istirahat siang, malamnya kita malam mingguan di Kota Tanjung Pandan. Pertama adalah nyari makan malam. Kita semua makan di sebuah kafe di daerah kota ni critanya. Nama kafenya adalah kafe Begalor. Sebenarnya tidak rame-rame banget tempat makan yang kita datangi. Makanannya pun rasanya juga standar saja. Tapi empek-empek telornya mak nyus banget untuk disantap panas-panas. Di kafe ini juga ada hiburan berupa live musik. Denger-denger dari temen saya, ini adalah kafe tempat anak-anak gaul Tanjung Pandan pada nongkrong. Ya ampyun hehehe.

Apapun lah akhirnya acara makan malam selesai. Rombongan melanjutkan perjalanan untuk mengantar Suhaidi (guide kita di Belitong) untuk pulang ke rumahnya. Setelah mengantar ke rumahnya rombongan kembali berbelanja untuk pesta malam minggu. Membeli air minum, hok lo pan, durian, dan cemilan-cemilan yang lainnya. Habis itu pulang. Dan jam 11 malam sepertinya mata sudah ngantuk berat. Walaupun di televisi ditayangkan film bagus yang dibintangi jeng Gong Li yaitu Curse of The Golden Flower akhirnya semuanya tepar akibat kekenyangan. Dan tidurlah kita semua ditemani bunyi ombak laut di kejauhan sana.

9 jam kemudian ....

Kita semua sudah siap dengan dandanan rapi. Mandi sudah, sarapan sudah. Saatnya menuju Manggar. Sebelum berangkat kita sengaja cek out sekalian dari penginapan agar tidak bolak-balik lagi hanya untuk mengambil tas. Soalnya jadwal kita sangat padat hari ini. Mulai keliling Belitong dan menghadiri kondangan juga. Plus jam tiga sore rombongan harus sudah ada di bandara untuk balik lagi ke Jakarta.

Dan perjalanan ke Manggar pun dimulai. Say goodbye to Pantai Tanjung Tinggi. See you next time ;=)

Setelah menempuh jarak sejauh 78 km akhirnya kami sampai di tempat yang dibawa oleh pak supir. Daerah ini bernama A satu. Semacam Puncak kalau di Bogor. Tempatnya emang enak. Bisa melihat pemandangan jauh dari ketinggian. View laut lepas yang tenang kelihatan jelas dari ketinggian ini. Tapi, tempatnya sepi. Sepertinya tempat ini ramai kalau malam hari. Cocok buat tempat pacaran. Karena gak ada apa-apa akhirnya kita cabut juga. Kali ini tujuan kita adalah setting film Laskar Pelangi yaitu SD Muhammadiyah Gantong.

Lokasi A1, semacam Puncak kalau di Bogor

Sd Muhammadiyah Gantong adalah SD tempat anak-anak Laskar Pelangi menuntut ilmu. Bangunannya sebenarnya sudah tidak ada lagi. Tapi untuk keperluan pembuatan film dibuatlah replika di salah satu halaman SD di Manggar. Ke situlah tujuan rombongan selanjutnya. Setelah sampai di situ replikanya pun sudah tidak ada. Katanya sudah dibongkar dan dipindah ke halaman belakang rumah Bupati. Hal itu dilakukan karena kayu-kayu yang dipakai untuk membangun replika sekolah tersebut banyak dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Akhirnya saya dan teman-teman hanya bisa berfoto di bekas puing-puing replika SD Muhammadiyah Gantong tersebut.

Kayu yang masih tersisa dari replika SD Muhammadiyah Gantong

Saya nongkrong di tempat Mahar mendengarkan radio di film Laskar Pelangi

Setelah puas dengan sesi foto-foto yang cuma lima belas menit akhirnya saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke Manggar. Menikmati kopi yang katanya uenak pol itu. Kita akhirnya dibawa pak supir ke sebuah warung di Manggar. Penjelasan tentang kopi dan kuliner lainnya akan ada di posting terakhir dari tulisan tentang Visit Belitong 2010.

Minum kopi di sebuah warung di Manggar

Setelah puas minum kopi kita menuju rumah Suhaidi. Dalam perjalanan kita dibawa ke bendungan Pice. Bendungan yang dibangun oleh Belanda ini menjadi salah satu tujuan wisata juga di Belitong. Sebenarnya sih tempatnya biasa saja. Jadi karena sudah turun dari mobil akhirnya kita sempatkan untuk foto-foto dulu sebentar.

Sesi foto di Bendungan Pice

Setelah puas keliling Manggar akhirnya kita siap kembali ke kota Tanjung Pandan. Perjalanan ke kota kita melewati jalan yang sepi. Tempat di kanan kiri juga nampak bekas-bekas galian timah yang terbengkalai. Persis seperti yang ditangkap kamera pada film Laskar Pelangi. Jadi perjalanan ini sepertinya napak tilas Laskar Pelangi hehehe.

Sebelum ke tempat Suhaidi kami sempatkan untuk membeli oleh-oleh. Dan tentu saja ganti baju dan sholat sebentar. Setelah sholat dhuhur kami ke tempat Suhaidi, salam-salaman, ketemu ama adiknya yang mau menikah, makan-makan, dan tak lupa berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Tetep yah poto-potonya.

Dari kiri ke kanan
(Ari, Fuad, Bambang, Rinaldi, dan saya)
Suhaidi yang pakai batik hehehe

Acara nikahan sebetulnya belum dimulai. Tapi karena kita tamu istimewa yang sudah dikejar jadwal penerbangan untuk kembali ke Jakarta akhirnya kita makan duluan. Itulah akhirnya. Setelah itu kita ke bandara H. AS. Hanandjoeddin lagi untuk siap-siap kembali ke Jakarta. Tapi tulisan ini belum selesai. Masih ada satu lagi tulisan tentang wisata kuliner yang kita jalani. So, jangan lewatkan ya. See you soon ;=)

No comments:

Post a Comment